Jumat, 22 April 2011

tiga kota dataran tinggi di aceh


Dataran Tinggi Gayo adalah daerah yang berada di kawasan pegunungan Aceh Tengah,Bener meriah daan Gayolues dengan tiga kota utamanya yaitu Takengon,Blangkejeren Dan Simpang Tiga Redelong

Jalan yang menghubungkan ketiga kota ini melewati daerah dengan pemandangan yang sangat indah.Mata pencarian masyarakat Gayo yang pada umumnya adalah bertani dan berkebun antara lain padi, sayur-sayuran, kopi dan tembakau. Kegiatan perkebunan kopi dan tembakau dilakukan dengan membuka wilayah hutan yang ada di wilayah ini

Pada umumnya mayarakat Nanggroe aceh darussalam, orang Gayo (baca:Suku) juga dikenal karena sifat mereka yang sangat menentang segala bentuk penjajahan dan daerah ini dulu dikenal sebagai kawasan yang sangat menentang pemerintahan kolonial Belanda (baca:Sejarah perjuangan dari bener meriah).Suku Gayo Terkenal dengan sifat ramah tamah,beragama Islam dan mereka dikenal taat dalam agamanya. Suku Gayo menggunakan bahasa yang disebut bahasa Gayo (Baca:Bahasa Gayo).Komoditi Utama Masyarakat Gayo adalah Kopi,kopi Gayo yang telah terkenal sampai ke manca negara.di Gayo banyak yang memelihara kerbau, sehingga ada yang mengatakan jika melihat banyak kerbau di Nad maka orang itu pasti berada di Gayo.Seperti suku-suku Di indonesia suku gayo juga memiliki Seni budaya Tersendiri (Baca:Budaya Gayo).

Takengon

Takengon merupakan ibukota Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Kawasan ini merupakan dataran tinggi yang berhawa sejuk.Kawasan ini merupakan dataran tinggi yang berhawa sejuk. Banyak terdapat tempat wisata di kawasan ini, di antaranya adalah Danau Laut Tawar,Loyang Koro,Puteri Pukes,Atu Belah (Batu Belah), Pantan Terong Dan Lain-lain.

Kesenian di daerah ini sangat menarik karena terdapat kesenian Didong Gayo yang sangat dikagumi oleh masyarakat Takengon.
Salah satu acara yang sangat menarik perhatian masyarakat di dalam daerah maupun di luar daerah ini adalah acara Pacuan Kuda yang biasanya diadakan pada pertengahan bulan Agustus untuk menyambut dan merayakan hari Kemerdekaaan Republik Indonesia.


Blangkejeren

Kabupaten ini berada di gugusan pegunungan Bukit Barisan, sebagian besar wilayahnya merupakan area Taman Nasional Gunung Leuser yang telah dicanangkan sebagai warisan dunia. Kabupaten ini merupakan kabupaten yang paling terisolasi di NAD

Gayo Lues lebih dikenal dengan nama "NEGERI SERIBU BUKIT". Nama ini ditabalkan dan dipopulerkan oleh Mohsa El Ramadan , wartawan senior dan editor buku "Memadamkan Bara di Atas Ladia Galaska".

Kabupaten Gayo lues dengan kotanya Blangkejeran adalah kota terbesar di kawasan selatan dataran tinggi Gayo. Kawasan ini merupakan salah satu pusat kawasan Gayo.Gayo Lues merupakan pemasok utama cabe di pasar-pasar kota Medan.

Seni budaya
Tari Bines yang biasa diadakan ketika acara-acara peresmian.Kesenian tradisional yang telah mendunia adalah Tari saman yang dikenal dengan Tari Tangan Seribu yang pernah tampil di spanyol pada Tahun 1994 dan di beberapa negara Eropa lainnya dan sering tampil di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Pariwisata
Air Terjun Akang Siwah,Pacuan Kuda Tradisional,pemandian kolam air panas gumpang,wisata alam Blang Serai,Dan lain-lain.

Simpang Tiga Redelong

Simpang tiga redelong adalah ibukota Kab:Bener Meriah.Sebagai kabupaten yang masih sangat muda, mempunyai peluang besar untuk tumbuh dan berkembang tentunya dengan segala potensi alam serta iklim yang sangat memungkinkan "Bumi Gajah Putih" ini (sebutan lain untuk Kabupaten Bener Meriah) untuk bisa mencapai pematangan secara ekonomi dengan segenap potensi yang dimiliki.

Kabupaten Bener Meriah dengan komoditi unggulan kopi, sebagai jenis tanaman yang mendominasi ketinggian daratan Nad ini, sangat meberi peluang kepada masyarakat Bener Meriah yang berjumlah ± 112.093 jiwa (data profil BPS Aceh Tengah tahun 2004); untuk hidup sejahtera secara ekonomi. Daerah ini juga dikenal sebagai daerah Agraris pemasok ± 80% kebutuhan sayur mayur dilingkungan Provinsi NAD.

Daerah ini juga tidak kalah dengan pariwisatanya Seperti Makam Datu Beru Di Desa Tunjang,Tugu Monument Radio Rimba Raya,Air Terjun Di pondok Gajah,pacu kude (pacuan kuda Tradisional),Burni Telong (Gunung), Weh Pesam (Pemandian Kolam Air Panas) Di desa Simpang Balik,Dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar